




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan banyaknya teori keperawatan yang ada dinunia ini kami ingin mempelajari atau tepatnya membahas tentang teori keperawatan oleh Lydia E. Hall. Banyak beberapa komponen yang perlu dipelajari bagi kami khusunya para pelajar keperawatan.
B. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
Tujuan perawatan Lydia E. Hall
An innovator in nursing practice, Lydia Eloise Hall established and directed the Loeb Center for Nursing and Rehabilitation at Montefiore Hospital in Bronx, New York, from 1963 to 1969. Sebuah cara baru dalam praktek perawatan, Eloise Lydia Hall yang didirikan dan diarahkan Loeb Pusat Rehabilitasi dan Keperawatan di Rumah Sakit Montefiore di tryvbaker,
Through her research in nursing and long term care, Hall developed a theory that the direct professional nurse-to-patient relationship is itself therapeutic and that nursing care is the chief therapy for the chronically ill patient. Dengan penelitian dalam perawatan dan perawatan jangka panjang, Hall mengembangkan sebuah teori yang langsung ke-perawat-pasien hubungan adalah sendiri pengobatan dan perawatan yang benar adalah ketua terapi untuk chronically sakit pasien. Montefiore Hospital invited her to implement her theories by establishing and becoming director of the Loeb Center. Rumah Sakit Montefiore diundang untuk menerapkan teori itu dengan mendirikan dan menjadi direktur Loeb Pusat. She published over 20 articles about the Loeb Center and her theories of long term care and chronic disease control. Dia dipublikasikan lebih dari 20 artikel tentang Loeb Pusat dan dia teori dari jangka panjang dan perawatan penyakit kronis. She held a bachelor of science degree in public health nursing and a master of arts degree from Teachers College. Dia memegang gelar sarjana dalam perawatan kesehatan masyarakat dan seni gelar sarjana dari Guru College. In 1967, she received the Teachers College Nursing Education Alumni Association Achievement in Nursing Practice Award. Pada 1967, dia menerima Pendidikan Guru College Keperawatan Ikatan Alumni Achievement Award dalam Praktek Keperawatan.
A. BIOGRAFI
Lydia E. Hall pada dasarnya merupakan ilmu ilmu pendidikan sekolah perawat di Rumah
Lydia E. Hall adalah direktur utama pusat Loeb untuk perawatan dan rehabilitasi dan dilanjutkan posisinya selama kematiannya di tahun 1969. Pengalamannya dalam merawat secara klinis,bidang pendidikan,riset,dan komponen pengawasan. Penerbitannya meliputi beberapa artikel yang di dalamnya di definisikan pada keperawatan dan mutu kepedulian.
Lydia E. Hall mengusahakan untuk mempertimbangkan suatu filosofi dasar yang mana perawat harus mempedulikan pasien. Filosofi ini masih digunakan sebagai suatu pekerjaan yang nyata untuk merawat.
Lydia E. Hall believed that patients over the age of 16, who were past the acute stage of illness, required a different focus of care than did the acutely illLydia E. Hall percaya bahwa pasien yang berusia lebih dari 16, yang terakhir pada tahap akut penyakit, diperlukan perhatian yang berbeda dibandingkan melakukan perawatan acutely sakit. She demonstrated the effectiveness of her theory in practice at the Loeb Center. Dia menunjukkan efektivitas dia teori dalam praktek di Loeb Pusat. The three components of her theory are care, core, and cure. Ketiga komponen teori itu adalah benar, inti, dan menyembuhkan. Care is based in the natural and biological sciences, includes the intimate aspects of bodily care, and is exclusive to nursing. Perawatan didasarkan pada ilmu pengetahuan alam dan hayati, meliputi aspek intim tubuh perawatan, dan eksklusif untuk perawatan. Core is based in the social sciences, involves the therapeutic use of self, and is shared with other members of the health care team. Inti didasarkan pada ilmu sosial, termasuk melibatkan penggunaan sendiri, dan ini dipakai bersama-sama dengan anggota lain dari tim kesehatan. Cure is based in the pathological and therapeutic sciences, involves working with the patient and family in relation to the medical care, and is shared with other members of the health care team. Menyembuhkan didasarkan pada ilmu pengetahuan mengenai penyakit dan pengobatan, melibatkan bekerja dengan pasien dan keluarga dalam kaitannya dengan perawatan medis, dan digunakan bersama-sama dengan anggota lain dari tim kesehatan.
B. PUSAT LOEB UNTUK MERAWAT DAN REHABILITASI
Lydia E. Hall memulai filosofinya di Rumah Sakit MONTEFIORE, Bronx, New York.Rumah Sakit ini di buka pada Januari 1963 dimana untuk menyediakan perawat yang professional yang siap membantu orang atau perawat yang mengalami sakit. Ini berfungsi sebagai konsep bahwa kepedulian perawat professional akan meningkat ketika perawatan medik.
Ini dibutuhkan kemudian oleh perawat professional yang usianya 16 tahun atau lebih tua. Calon perawatan yang baik adalah dimana pasien mempunyai keinginan untuk sembuh, dan direkomendasikan oleh Dokter yang merawat pasien tersebut, dan mempunyai suatu potensi yang baik untuk sembuh dan dapat bersosialisasi pada masyarakat.
Secara fisik, Pusat Loeb ini mempunyai 80 kapasitas tempat tidur dan terikat dengan Rumah Sakit MONTEFIORE. Ruangan diatur guna memberikan kenyamanan pada pasien dan cara perawatannya menjadi prioritas utama. Pasien juga mempunyai akses yang besar pada ruangan tersebut. Kepedulian yang utama diberikan oleh perawat pada pasiennya.
Tujuan utama Loeb adalah untuk mempertunjukkan kepedulian mutu ilmu keperawatan yang diberikan oleh oleh perawat professional. Perawat bekerja keras untuk membantu pasien sembuh.
C. TEORI KEPERAWATAN
Lydia E. Hall memperkenalkan 3 teori lingkaran keperawatan dimana masimg-masing lingkaran menunjukkan proses keperawatannya. Yang pertama menunjukkan tentang kepedulian (care), kedua inti (core), dan yang ketiga keperawatan (cure).
Lingkaran Kepedulian (care)
Pada lingkaran kepedulian ini perawat yang professional akan menyediakan kebutuhan pasien baik secara jasmani maupun rohani. Ketika kepedulian (care) berfungsi perawat menerapkan pengetahuan yang alami dan ilmu pengetahuan biologi yang menjadi dasar ilmu keperawatan yang kuat. Perawat harus menciptakan suasana yang nyaman pada diri pasien, sehingga pasien itu menganggap perawat sebagai penghibur dan pemberi kenyamanan.

Lingkaran inti (core)
Perawat yang profesional dalam hubungannya dengan pasien bias membantu pasien untuk menyatakan perasaan/penyakit yang dideritanya. Intinya perawatharus mempedulikan pasien untuk kesembuhannya.Perawat yang professional dengan menggunakan tehnik berhadapan/berhubungan langsung dengan pasien guna untuk melihat status kesehatan sekarang dan yang akan datang.
Lingkaran keperawatan (cure)
Kepedulian perawat terhadap pasien yang didasarkan pada ilmu pengetahuan cara pengobatan suatu penyakit. Perawat yang professional adalah perawat yang bias membantu si pasien agar cepat sembuh sehingga dapat meringankan beban keluarga.


Interaksi ketiga aspek (care,core,cure) dalam proses keperawatan
Sejak Lydia E. Hall menekankan petingnya pendekatan terhadap seseorang atau pasien , guna untuk proses penyembuhan pasien.
Selama langkah penyembuhan ini kepedulian dan aspek inti adalah yang terkemuka. Ukuran lingkaran menunjukkan derajat tingkat pada ketiga aspek tersebut (care,core,dan cure).

Teori Hall dan 4 konsep utama
Proses keperawatan yang dikenalkan meliputi hubungan antara manusia,kesehatan,bersosialisasi dengan lingkungan dan keperawatan. Uraiannya dapat dijelaskan seperti dibawah ini
D. TEORI
Hall memberikan motivasi pada pasien demi proses penyembuhan. Aspek ini meliputi 5 proses keperawatan yaitu: penilaian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
1. Tahap penilaian meliputi tentang status kesehatan individu atau pasien. Menurut teori Hall proses pengumpulan data ditujukan demi kepentingan kesehatan pasien dibandingkan demi kepentingan perawat. Pengumpulan data ini harus mengarah pada peningkatan kesehatan individu.
2. Tahap yang kedua adalah diagnosa keperawatan, dimana perawat mengamati penyakit pasien sehingga dapat mengetahui penyakit yang dideritanya. Sehingga proses penyembuhannya akan lebih muda.
3. Perencanaan melibatkan prioritas utama pada pasien. Peran perawat adalah membantu pasien menjadi sadar dan mengerti akan pentingnya kesehatan bagi kehidupannya. Inti dari perencanaan ini untuk membantu pasien menjadi lebih mengerti dengan kebutuhan, perasaan dan motivasi. Perawat bekerja sama dengan pasien untuk mencapai kesembuhan dengan pengobatan medis.
4. Implementasi melibatkan institusi rencana kerja yang nyata. Tahap ini adalah merupakan tahap memberikan pelayanan yang nyata antara perawat dengan pasien yang meliputi memandikan pasien, membalut luka, makan, memberikan kebutuhan kenyamanan dan lain-lain. Perawat juga membantu pasien dan keluarga untuk memahami dan menerapkan rencana yang medis.
5. Evaluasi adalah suatu proses untuk melihat kemajuan kondisi kesehatan pada pasien. Tahap proses evaluasi diarahkan kepada berhasil atau tidaknya pasien dalam mencapai suatu kesehatan.
Hall berpendapat prose keperawatan merupakanistilah yang digunakan dalam menentukan permasalahan klien, keluarga dan perawat agar dapat dipecahkan, di mana antara perawatan dan pengobatan terjadi interaksi dalam menentukan masalah klien.
E. PEKERJAAN HALL DAN KARAKTERISTIK SUATU TEORI
Pekerjaan Hall dapat dibandingkan dengan karakteristik suatu teori yang ditunjukkan sebagai berikut:
F. APLIKASI DAN PEMBATASAN TEORI
Di dalam meninjau ulang teori keperawatan Hall ada beberapa area yang membatasi aplikasi kepada kepedulian pasien.
Yang pertama untuk area ini adalah langkah suatu penyakit. Pasien membutuhkan perhatian yang lebih dari seorang perawat untuk proses penyembuhannya. Faktor yang kedua adalah masalah umur. Yang ketiga faktor pembatasan adalah uraian bagaimana cara membantu seseorang kea rah yang lebih mengerti tentang kesehatan. Faktor yang keempat adalah keluaga hanya berada di dalam perawatan melingkar (care, core, cure).
Akhirnya, Theori Hall hanya untuk individu atau seseorang yang sedang sakit. Ini tidak akan menandakan bahwa keperawatan berhubungan langsung dengan kesehatan individu, kelurga dan masyarakat dan meniadakan konsep tentang kesehatan dan pelayanan kesehatan untuk mencegah suatu penyakit. Seorang kllien dibentuk oleh bagian-bagian berikut yang saling tumpang-tindih, yaitu: manusia (inti), status patologis dan pengobatan (penyembuhan) dan tubuh perawatan. Perawat sebagai pemberi perawatan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Lydia Hall was a rehabilitation nurse and one of the Columbia University/Teachers College school. Her "Care, Core, and Cure Model" was an early model of nursing practice used at the Loeb Center for Nursing and Rehabilitation in Westchester County, New York. The Loeb Center was nurse directed, developed to prevent the fragmented care common in the 1950's and 1960's. Lydia Hall adalah seorang perawat rehabilitasi dan salah satu Universitas Columbia /
According to the Care, Core, and Cure" model, nurses work in three arenas: care (hands on bodily care), core (using the self in relationship to the patient), and cure (applying medical knowledge). Hall was another nurse to the delineate the practice of nursing from the practice of medicine. Menurut Perawatan, Core, dan Cure "model, perawat bekerja di tiga Arenas: perawatan (tangan pada tubuh perawatan), inti (menggunakan diri dalam hubungannya dengan pasien), dan menyembuhkan (menerapkan pengetahuan medis). Hall lainnya adalah perawat untuk menggambarkan praktek perawatan dari praktek kedokteran.
DAFTAR PUSTAKA
Alimul Hidayat, Aziz, Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika, 2004.
Julia B. George , Nursing Theories, Keperawatan category-dasar yang professional untuk keperawatan practice, 3rd ed, 1990,
Polit DF, Hungler BP. Penelitian Keperawatan: prinsip dan Metode.